Tuesday, April 26, 2011

Pemasaran Politik : Eskistensinya Dalam Dunia Pemerintahan

Satu hal yang akan selalu ada di dalam sebuah negara dan yang tidak mungkin hilang yaitu kegiatan politik. Politik kerap kali ditemukan di dalam pemerintahan suatu negara. Oleh karena itu, kegiatan politik pun tidak akan lepas dari dunia pemerintahan yang sering kali melakukan kegiatan komunikasi massa baik untuk membangun citra, melakukan propaganda, menarik perhatian maupun dalam mengumpulkan suara pada saat pemilu. Hal-hal tersebut sekarang ini lebih dikenal dengan komunikasi pemasaran politik.

Pemasaran politik dilakukan dengan berbagai tujuan yang tentunya membantu sekelompok organisasi tertentu dalam mencapai kepentingannya. Dalam hal ini tentunya kepentingan yang bertujuan untuk membangun organisasi tersebut lebih dikenal sebagai sebuah organisasi yang baik dan patut dipertimbangkan kelayakannya di dalam masyarakat. Kegiatan pemasaran politik akan sering kali kita temukan pada saat akhir-akhir periode seorang kandidat menduduki tahtanya. Mereka melakukan kegiatan kampanye dengan strategi pemasaran politik yang telah disusun rapi dengan menunjukkan citra yang baik dan melekat pada masyarakat.

Adman Nursal, pendiri Marketing For Building Center memperkenalkan pemasaran politik melalui elemen model 9P :
Positioning, yang menjadi strategi untuk memasuki jendela pikiran pemilih, diharapkan mampu menancapkan keunggulan seorang kandidat ke benak pemilih. Penentuan positioning dilakukan dengan pertimbangan faktor internal, eksternal dan segmen pemilih yang menjadi sasaran.
Positioning dibagi ke dalam produk politik 4P; policy, person, party dan presentation. Policy menggambarkan tawaran program jika kelak kandidat sudah terpilih. Program tersebut merupakan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pada umumnya. Namun pada praktiknya, ada beberapa kontestan Pemilu yang mengusung program-program cerdas nan solutif akhirnya gagal memperoleh kursi. Hal ini karena pemilih juga melihat kepribadian dari kandidat dan kemampuan merealisasikan program yang mereka canangkan, partai yang menaungi dan cara kandidat menyampaikan policy.
Ada dua jalan penyampaian program, yaitu secara langsung dan melalui perantara. Produk politik dapat langsung disampaikan kepada pemilih (push marketing) melalui 7 alat; iklan, direct marketing (surat, SMS, email dsb), acara khusus, kontak personal, public relation, pernak-pernik dan posko politik, (pull marketing) baik gratis melalui pemberitaan maupun membayar melalui iklan. Sedangkan penyampaian produk politik melalui perantara lain adalah orang-orang berpengaruh dikalangan pemilih (Pass Merketing). Sasaran Pass Marketing bisa berupa pemberian dukungan baru, peneguhan dukungan, pembentukan sikap netral atau sekedar mengurangi penolakan.
Agar berjalan terkendali sesuai sasaran, proses political marketing perlu dipandu dengan Polling dan riset yang lain. Tanpa riset, pemasar tidak tahu ke mana arah yang akan dituju, apa yang harus disampaikan, sekarang sudah sampai mana dan mana yang harus diubah atau diteruskan karena perkembangan kegiatan pemasaran politik sangat lah penting dalam menentukan kegiatan politik berikutnya yang akan direalisasikan.

Dengan melakukan pemasaran politik dkemudian hari diharapkan dapat mempertimbangkan sembilan elemen diatas dalam menyusun strategi pemasaran yang baik agar menghasilkan sebuah kegiatan politik yang baik dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat sebagai pemilih yang harus menentukan siapa kandidat yang mereka pilih, dan semua hal tersebut ditentukan dari kampanye politik yang dilakukan setiap kandidat.

REFERENSI :
http://ririsatria40.files.wordpress.com/2011/03/education-books-politics-thumb6701979.jpg
http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/41625_779034048_7348_n.jpg
http://qolbunsalim.wordpress.com/2006/12/24/memahami-pemasaran-politik-lewat-9p/

Wednesday, April 6, 2011

Mencoba Memahami Psikologi Massa

Materi perkuliahan Kapita Selekta yang diadakan pada hari Rabu, 30 Maret 2011 membicarakan topik tentang Psikologi Massa. Pembahasan yang tidak terlalu sulit namun banyak hal yang dapat dibahas dari materi ini sehingga membuatnya terlihat cukup kompleks untuk dipahami hanya dalam waktu kurang lebih satu setengah jam.

Kalau melihat beberapa fenomena atau peristiwa yang terjadi di pusat kota kita saat ini, banyak hal-hal yang dapat dijadikan sebagai pembahasan yang berhubungan dengan psikologi massa. Namun, sebelum menelaah lebih lanjut, ada baiknya kita memahami lebih dulu apa itu yang disebut dengan psikologi massa. Menurut Gustave Le Bon, seorang pelopor psikologi massa, definisi dari psikologi massa adalah suatu kumpulan orang banyak yang jumlahnya ratusan atau ribuan yang berkumpul dan mengadakan hubungan untuk sementara waktu, karena adanya minat dan kepentingan yang bersifat sementara. Kerumunan orang-orang ini lah yang disebut dengan massa. Di dalam massa tidak ada interaksi yang terjadi secara merata, tidak ada struktur yang jelas dan jumlahnya dapat dipastikan banyak. Kerumunan-kerumunan orang ini sering kali ditemukan ketika ada sebuah peristiwa heboh yang terjadi secara mendadak seperti demonstrasi, tawuran, kecelakaan lalu lintas, dan lain lain. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPekZpIGeEiZJeJlLpTqdk1MaDiyS0j76sC5rsdUqAFasW-_Gdm8qw0IqWVMELq33Ca4TgYRqd51kN4VIEb05VgHmPSWK1n6uQiJfikX4wcEERmqYXDWlVzrqJLIDCgXf6TwDZ1f7AYRI/s400/jurnalis_demo.JPG
http://www.smkn31-jakarta.sch.id/artikel/tawuran.jpg
http://riowinto.files.wordpress.com/2010/06/kecelakaan.jpg
Psikologi massa erat berhubungan dengan perilaku massa yang akan terbentuk setelah mereka sepakat untuk menjadi massa di dalam sebuah peristiwa. Biasanya perilaku yang terbentuk adalah perilaku kolektif dimana perilaku ini menjurus pada gerakan-gerakan sosial politik yang bertujuan untuk mencapai perubahan dalam aspek sosial dan politik juga.

Namun, amat disayangkan bahwa perilaku ini memberikan dampak yang kurang baik bagi massa itu sendiri. Tindakan kolektif yang dilakukan massa tidak bergantung pada mobilisasi dan kepemimpinan serta bergerak secara otomatis karena adanya dorongan kesadaran individu yang sangat kuat. Apabila dibiarkan berjalan mengikuti alur yang sedang berlangsung memungkinkan munculnya tindakan-tindakan yang kurang menyenangkan akibat adanya perbedaan sikap antar individu yang akhirnya akan merugikan diri sendiri. Contohnya dapat kita lihat dalam kegiatan demonstrasi yang sering terjadi di Jakarta. Tidak sedikit kegiatan demonstrasi yang berakhir dengan kekacauan bahkan sampai terjadi tindakan anarkis. Akan tetapi, tidak semua kegiatan massa itu memberi dampak buruk bagi setiap individu yang turut serta di dalamnya. Ada beberapa kegiatan massa yang juga dapat memberikan dampak yang baik seperti sekerumunan orang yang berbondong-bondong menonton konser. Dengan tujuan dan kepentingan yang sama menjadikan massa dapat berperilaku dengan baik, menghormati dan menghargai satu sama lain meskipun dengan orang yang tidak dikenal. 

Untuk itu, kita sebagai individu harus pintar dalam memilih posisi sebagai massa. Apakah kita ingin menjadi massa yang baik atau massa yang tidak bertanggung jawab. Ada baiknya kita lebih memilih untuk menjadi massa yang baik untuk membangun negara yang aman, damai, dan tentram.

Referensi: Materi Perkuliahan Kapita Selekta oleh Henny Wirawan